Bacaan Niat Puasa Idul Adha Dzulhijjah 10 Hari Pertama

Bagi umat muslim datangnya bulan dzulhijjah menjadi suatu kesempatan baik untuk bisa melaksanakan amalan baik yang bernilai tinggi pahalanya seperti ibadah haji dan berqurban, sedangkan begi mereka yang belum mampui dengan dua kategori ibadah tersebut bisa mengisi bulan tersebut dengan menjalankan puasa sunnah, shalat ied, sedekah, dzikir, menyantuni anak yatim serta fakir miskin dan yang lainnya. Pahala yang akan di dapat lebih utama di banding dengan melaksanakan ibadah pada bulan lain.

Jika pada bulan muharram terdapat puasa sunnah yang di anjurkan yaitu puasa asyura dan tasu’a, sedangkan pada bulan dzulhijjah ini di kenal dengan puasa tarwiyah dan arafah. Untuk puasa arafah sendiri sangat di anjurkan pelaksanaannya bagi mereka yang tidak mengerjakan ibadah haji, agar sama-sama bisa merasakan nikmatnya ibadah haji, yang di maksud dengan nikmat disini tentunya, nikmat berupa pahala puasa arafah yang begitu besar sehingga di bandingkan dengan ibadah haji.

Akan tetapi puasa sunnah pada bulan dzulhijjah, tidak hanya sebatas di sunnah pada tanggal 8 dan 9 dzulhijjah saja atau dikenal dengan puasa tarwiyah dan arafah. Akan tetapi disunnah juga puasa sunnah di lakukan sejak awal bulan, sehingga nantinya terhitung puasa dzulhijjah menjadi 9 hari yaitu dari tanggal 1 hingga tanggal 9, sedangkan untuk tanggal 10 nya, dilarang untuk berpuasa karena bertepatan dengan hari raya idul adha. Jadi yang di maksud dengan puasa sunnah 10 hari pertama dzulhijjah adalah puasa sembilan hari.

Bacaan Niat Puasa Idul Adha Dzulhijjah 10 Hari Pertama

Pelaksanaan puasa 10 hari pertama bulan dzulhijjah, untuk tata cara dan cara pengerjaannya tidak jauh berbeda dengan puasa wajib bulan ramadhan yaitu di mulai sejak terbit fajar kedua hingga terbenam matahari, dan pada malam harinya harus berniat puasa. Akan tetapi untuk niat puasa sunnah boleh di lakukan siang hari jika lupa pada malam hari tidak berniat, dengan catatan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum dan yang lainnya, untuk niat lengkapnya silahkan simak di bawah.

Harus di ketahui bersama bahwa bagi umat islam memiliki 3 waktu yang di unggulakan dan masing-masing memiliki 10 hari, pertama yaitu sepuluh hari akhir bulan ramadhan, sepuluh hari pertama bulan muharram dan yang terakhir adalah sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah. Yang akan kita bahas kali ini yaitu keunggulan dari amalan-amalan di 10 hari pertama bulan dzulhijjah sebelum idul adha yaitu berupa puasa sunnah.

Bulan dzulhijjah menjadi salah satu momen sangat di unggulkan karena di dalamnya terdapat kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, sebagai mana kita ketahui bersama bahwa melaksanakan haji menjadi salah satu dari kelima rukun islam. Namun bagi umat islam lain terutama yang belum bisa melaksanakannya tidak perlu khawatir, karena meskipun belum bisa berangkat haji namun amalan-amalan sunnah di awal bulan ini tidak kalah istimewanya.

Di antara amalan-amalan yang lebih di unggulkan pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah yaitu dengan melaksanakan puasa sunnah sejak hari pertama kedua hingga tanggal 9 namun yang lebih di unggulkan yaitu pada tanggal 8 yang di sebut dengan puasa tarwiyah dan tanggal 9 yaitu arafah. Sama halnya keunggulan dari amalan di awal 10 hari muharram yang lebih di unggulkan yaitu puasa asyura dan tasu’a pada tanggal 10 dan 9.

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata “Tidak ada hari di mana amal shaleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah melebihi 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para sahabat lantas bertanya “apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga ia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik.

Sehingga dengan datangnya bulan dzulhijjah terutama dalam mengarungi awal-awal bulan dzulhijjah, menjadi sebuah kesempatan yang tak ternilai keutamaannya untuk di jadikan saat bertaqarrub kepada allah swt baik itu dengan beribadah haji atau melaksanakan puasa dari awal hingga puasa arafah dan taerwiyah sebagai mana dalam sebuah hadits di jelaskan “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Dan berikut adalah bacaan niatnya.

Niat Puasa SUnnah Arafah Tanggal 9

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala

Niat Puasa SUnnah Tarwiyah Tanggal 8

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta’ala

Niat Puasa Sunah Tanggal 1 – 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala

Bulan dzulhijjah hanya datang 1 kali dalam setahun, maka dari itu jangan sampai di biarkan begitu saja berlalu tanpa di isi dengan amalan-amalan sunnah agar bisa mendapatkan keutamaan dan pahala untuk bekal di hari nanti. Silahkan cermati dengan baik terutama yang berkaitan langsung dengan bacaan niat puasa idul adha dzulhijjah 10 hari pertama 2 pertama dan kedua idul fitri berapa hari lafadz arafah tarwiyah dan yang lainnya.