Panduan Tata Cara Bacaan Doa Niat Sholat Sunnah Idul Fitri

Ketika hari raya datang, umat islam di anjurkan untuk berbondong-bondong keluar rumah baik itu laki-laki atau perempuan, mereka di anjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat yang populer dengan nama sholat ied. Kedudukan hukum dari pelaksanaan sholat idul fitri atau idul adha ini sunnah muakkadah dalam arti sangat di anjurkan pelaksanaannya serta memiliki keutamaan lebih bagi orang yang melakukannya. Pada halaman ini akan coba kami urai pembehasan mengenai takbiran idul fitri tata cara bacaan sholat idul fitri, hukum, jumlah rakaat dan syarat rukunnya.

Pengertian Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri adalah Sholat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri yang jatuh Setiap tanggal 1 Syawal dalam penanggalan hijriyah setelah melaksanakan puasa ramadhan satu bulan lamanya. Di dalam pelaksanaannya sholat idul fitri ini tidak jauh berbeda dengan pada umumnya, yaitu di lakukan secara berjamaah di sebuah mesjid atau tempat luas yang di lakukan sebanyak 2 rakaat, dan di lakukan pada pagi atau siang hari setelah matahari terbit, perbedaan dengan sholat lainnya yaitu adanya khutbah di akhir sholat serta beberapa bacaan takbir.

Hukum Shalat Idul Fitri

Hukum shalat id, baik idul fitri maupun idul adha adalah sunnah muakkadah dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Hukum ini berlaku untuk semua muslim dan muslimah baik yang modis maupun yang sederhana. Demikian diterangkan dengan jelas dalam kitab “Fathul Qarib”.

Gambar sholat idul fitri

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وتشرع جماعة ولمنفرد ومسافر وحر وعبد وحنثى وامرأة لاجميلة ولاذات هيئة

Shalat dua hari raya (idul fitri dan idul adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun diperjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang tidak modis.

Syarat Shalat Idul Fitri

Di dalam menjalankan sholat Ied, ada beberapa syarat yang memang harus di penuhi oleh setiap orang yang akan melaksanakannyan, namun mengenai syarat sholat ied para ulama memiliki perbedaan pandangan seperti Imam Abu Hanifah dan Ahmad bin Hanbal memandang bahwa syarat-syarat shalat ied adalah sama persis seperti syarat shalat Jum’at, yakni harus mencapai bilangan tertentu, dilakukan oleh penduduk yang menetap Imam Malik dan Syafi’i bahwa shalat ied (hari raya) tidak memerlukan syarat-syarat khusus. Semua orang, laki-laki atau perempuan boleh mengerjakan shalat ied dengan berjama’ah atau sendiri-sendiri.

1. Shalat Idul Fitri maupun Idul Adha dilaksanakan setelah terbit matahari.

2. Di laksanakan di mesjid atau sebuah lapangan terbuka jika tidak ada halangan.

3. Di sunnahkan di lakukan secara berjamaah

4. Diakhiri dengan khutbah

Rukun Shalat Idul Fitri

1. Niat

2. Berdiri bagi yang mampu

3. Takbiratul ihrâm

4. Membaca surat al-Fatihah; dimana Bismillâhirrahmânirrahîm merupakan bagian ayatnya

5. Ruku’

6. Thuma’ninah

7. Bangun dari ruku’ dan I’tidal

8. Thuma’ninah

9. Sujud

10. Thuma’ninah

11. Duduk diantara dua sujud

12. Thuma’ninah

13. Duduk untuk tasyahhud akhir

14. Membaca tasyahhud akhir

15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir

16. Salam pertama

17. Niat keluar dari shalat

18. Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan”

Bacaan Takbir Shalat Idul Fitri

Mungkin ada yang masih bertanya bagaimana kedudukan dari takbir pada sholat idul fitri apakah termasuk rukun atau sunnah. takbir pada shalat Id ini hanya sunah. Meninggalkan takbir ini tidak membatalkan shalat Id. Hanya saja menambah atau menguranginya bisa menjadi makruh.

ويكره ترك التكبيرات والزيادة والنقص منها وترك رفع اليدين والذكر بينهما

Artinya, “Meninggalkan takbir sunah shalat Id, menambahkan dan mengurangi jumlah takbir sunah itu, tidak mengangkat kedua tangan saat takbir, dan tidak membaca zikir di antara takbir, makruh hukumnya.”

Tetapi orang yang terlanjur membaca Surat Al-Fatihah karena lupa atas takbir sunah, lalu teringat takbir, tidak perlu meninggalkan bacaan Surat Al-Fatihahnya untuk kembali takbir atau membatalkan shalatnya. Karena tanpa takbir sunah, shalat Id-nya tetap sah. Demikian disebutkan di Busyral Karim. Wallahu a’lam. Pada rakaat pertama kita disunahkan bertakbir sebanyak tujuh kali setelah takbiratul ihram dan doa iftitah. Sementara pada rakaat kedua kita disunahkan untuk bertakbir lima kali.

Hal ini disinggung oleh Sayid Muhammad Sa‘id Ba’asyin dalam Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, halaman 355.

ويكبر في الركعة الأولى قبل القراءة سبعا يقينا مع رفع اليدين بين الاستفتاح والتعوذ وفي الثانية خمسا ولا يكبر المسبوق إلا ما أدرك

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya.”

Waktu Shalat Idul Fitri Jam Berapa

Mengenai soal awal waktu dari sholat ied, para ulama dari kalangan madzhab Syafi’i ada yang disepakati dan ada juga yang diperselisihkan. Yang disepakati di antara mereka adalah tentang akhir waktu shalat ied, yaitu ketika matahari tergelincir.

وَاتَّفَقَ الْاَصْحَابُ عَلَي اَنَّ آخِرَ وَقْتِ صَلَاةِ الْعِيدِ زَوَالُ الشَّمْسِ

Artinya, “Ulama dari kalangan madzhab Syafi’i sepakat bahwa waktu akhir pelaksanaan shalat id adalah ketika tergelincirnya matahari,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VII, halaman 7).

Adapun yang diperselisihkan adalah mengenai awal waktu sholat iedd. Setidaknya ada dua pendapat sebagaimana didokumentasikan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab.

Pendapat pertama menyatakan bahwa awal waktu shalat ied ini adalah dimulai dari terbitnya matahari. Namun yang lebih utama shalat ied ditangguhkan dulu sampai matahari naik seukuran satu tombak. Pandagan ini menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi adalah yang paling sahih.

وَفِى اَوَّلِ وَقْتِهَا وَجْهَانِ (اَصَحُّهُمَا) وَبِهِ قَطَعَ الْمُصَنِّفُ وَصَاحِبُ الشَّامِلِ وَالرُّويَانِىُّ وَآخَرُونَ اَنَّهُ مِنْ اَوَّلِ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَالْاَفْضَلُ تَأْخِيرُهَا حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ قَدْرَ رَمْحٍ

Artinya, “Mengenai waktu awal pelaksanaan shalat Id terdapat dua pendapat. Pendapat yang paling sahih, dan ditegaskan pengarang kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi), penulis kitab Asy-Syamil, Ar-Ruyani dan ulama yang lain adalah bahwa awal waktu pelaksanaan shalat Id mulai dari terbitnya matahari. Yang paling utama adalah menangguhkan shalat Id sampai naiknya matahari seukuran satu tombak,” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz, VII, halaman 7).

Pendapat kedua menyatakan bahwa awal waktu sholat ied adalah ketika matahari naik. Ini adalah pandangan yang ditegaskan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih. Menurut An-Nawawi, pendapat ini zhahirnya adalah ucapan Ash-Shaidalani, Al-Baghawi, dan ulama lainnya.

(وَالثَّانِيُّ) أَنَّهُ يَدْخُلُ بِارْتِفَاعِ الشَّمْسِ وَبِهِ قَطَعَ البَنْدَنيِجِيُّ وَالْمُصَنِّفُ فِي التَّنْبِيهِ وَهُوَ ظَاهِرُ كَلَامِ الصَّيْدَلَانِىُّ وَالْبَغَوِىُّ وَغَيْرُهُمَا

Artinya, “Pendapat kedua menyatakan bahwa masuknya waktu shalat Id adalah ketika naiknya matahari. Pendapat ini ditegaskan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih. Pendapat ini zhahirnya adalah ucapan Ash-Shaidalani, Al-Baghawi dan selain keduanya,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz VII, halaman 7).

Berangkat dari penjelasan singkat di atas, dalam soal waktu awal terjadi perbedaan di antara para ulama terutama di kalangan madzhab Syafi’i sendiri. Pendapat yang dianggap paling sahih adalah yang menyatakan bahwa awal waktu sholat ied dimulai ketika terbitnya matahari. Sedang mengenai akhir waktunya mereka sepakat, yaitu ketika tergelincirnya matahari.

Tata Cara Dan Bacaan Sholat Idul Fitri

Seperti yang telah di pahami bersama, bahwa sholat ied di lakukan sebanyak 2 dua rakaat satu kali salam, yang di awli niat serta di akhiri salam. Selanjutnya setelah salam di sambung dengan khutbah yang di lakukan oleh orang bertugas untuk meminpin khutbah sedangkan jamaah tugasnya hanya mendengarkan dengan khusu. Untuk panduan lengkap dari tata cara pelaksanaan sholat ied agar bisa lebih di pahami, maka langsung simak saja di bawah ini dengan baik.

1. Niat Sholat Idul Fitri

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnata ‘iidhil Fithri Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati (Makmuuman/Imaaman) Lillaahi Ta’aala

Artinya : Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala

2. Takhbiratul Ihram.

Letak menghadirkan niat yaitu ketika takhbiratul ihram berlangsung dan cukup bermasud niat di dalam hati saja, adpun melafadzkannya sebelum takbiratul ihram hukumnya sunnah. Kemudian setelah takhbiratul ihram di lanjut dengan membaca doa iftitah, kemudian disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali. Di antara takbir yang 7 tersebut membaca bacaan sebagai berikut.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

3. Membaca Surat al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa untuk melakukan rakaat kedua.

4. Dalam keadaan berdiri kembali rakaat kedua, di sunnahkan takbir lagi 5 lima kali sambil mengangkat tangan dan melafalkan “allahu Akbar” dan di antara takbir yang lima membaca kalimat takbir seperti yang di tulis pada poin ke dua.

5. Di lanjut dengan membaca surat fatihah, membaca salah satu surat dari al-qur’an, ruku, ‘itidal, sujud, duduk, sujud lagi, duduk tahiyat dan kemudian salam.

6. Setelah selesai salam jamaah jangan terburu-buru bubar dan pulang namun tetap ada di posisi untuk menyimak khutbah

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i).

Jika khutbah sudah selesai di lakukan, baru jamaah di perbolehkan untuk bubar meninggalkan tempat sholat. Itu saja pembahasan kali ini mengenai niat sholat idul fitri yang mencakum semua hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Jika masih ada yang kurang, maka silahkan cari lagi pembahasan sama yang masih berhubungan dengan panduan tata cara bacaan doa niat sholat sunnah hari raya ied idul fitri dan lain sebagainya. Silahkan pembahasan di atas simak dengan baik dan pelajari dari awal hingga akhir hingga paham.