Tata Cara Bacaan Niat Doa Setelah Sholat Tahajud Yang Benar

Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang memiliki waktu tertentu dalam pelaksanaannya yaitu dimalam hari setelah bangun dari tidur. Jadi salah satu syarat yang pertama kali harus di lakukan bagi orang yang akan melaksanakan tahajud terlebih dahulu harus tidur serta di waktu malam hari. Keluar dari itu dalam arti apabila tidak tidur sebelumnya maka bukan di namakan dengan tahajud, namun mungkin lebih mengarah pada sholat sunnah lain seperti hajat dan lain sebagainya.

Mengenai pembahasan mengenai tahajud tentu tidak akan jauh berbeda dengan sholat sunnah lain yang semuanya tidak akan lepas dari pembahasan niat, tata cara atau panduan, bacaan hingga doa setelah selesai mengerjakan sholat tersebut misalnya doa sholat dhuha, dan yang terakhir pastinya membahas mengenai keutamaan atau apa hikman manfaat yang ada pada sholat sunnah tersebut, dan begitu juga dengan sholat tahajud ini di mana sudah banyak di ceritakan bahwa termasuk sholat sunnah yang di unggulkan serta memiliki keitimewaan luar biasa.

Dalam sebuah kisah banyak di ceritakan bahwa keutamaan dari sholat tahajud sangat besar sekali bahkan dalam salah satu kitab Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi Al-Fasyani meceritakan “Sahabat Tsabit RA bercerita bahwa bapaknya dulu termasuk orang yang kuat mengamalkan tahajud di kegelapan malam. Tsabit RA mengatakan bahwa ia dalam mimpi melihat wanita cantik yang eloknya tidak seperti wanita cantik lainnya”. Bahkan selain itu juga sholat tahajud ini memiliki keistimewaan yaitu akan di berikan tempat di sisi allah swt bagi yang biasa melaksanakannya.

Memang sholat atau berdoa di waktu malam hari ketika suasana suci, memiliki keutamaan dan keitimewaan tersendiri yang mengalahkan waktu-waktu lainnya. Bahkan baginda rosul saw sendiri selalu melakukan sholat malam bahkan sampai telapak kakinya pecah-pecah. Hal ini membuktikan bahwa sholat malam menjadi kesunnahan yang lebih di unggulkan, serta prilaku dari baginda nabi saw tersebut patut menjadi tauladan kita sebagai umatnya apabila benar-benar dan sungguh-sungguh ingin mendapatkan keutamaan sebagai umat nabi saw.

Gambar Sholat Tahajud

Meskipun sholat tahajud ini di kerjakan di waktu malam hari sesudah tidur, namun dalam hal tata cara baik itu gerakan, bacaan hingga waktu pembacaan niatnya sama seperti sholat sunnah pada umumnya di awali dengan takbirotul ikhram dan di akhiri salam setiap 2 rakaat. Tidak jauh berbeda dengan dhuha yang setelah salam di tutup dengan doa sholat dhuha atau di sertai bacaan dzikir lainnya. Serta syarat-syarat sebelum tahajudpun sama yaitu harus bersih dari hadas dan dan berwudhu terlebih dahulu.

Sedang mengenai jumlah rakaat pada sholat dhuha terjadi perbedaan pendapat di kalangan empat madzhab yaitu untuk minimal atau jumlah rakaat paling sedikit cukup hanya 2 rakaat saja namun untuk batasan maksimal rakaatnya jika menurut madzhab syafi’i dan hambali tidak ada batasan hitungannya dalam arti boleh di kerjakan berapa pun rakaatnya dengan masing-masing satu kali salam 2 rakaat. Sedangkan menurut maliki 10 atau 12 rokaat dan menurut hanafi adalah 8 rokaat. Dan berikut panduan bacaan niat serta doa sesudah sholat tahajud secara lengkap.

Tata Cara Niat Doa Sholat tahajud

1. Niat Sholat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqhbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat shalat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala

2. Takbiratul Ihram – disertai dengan niat di dalam hati
3. Berdiri sambil membaca doa iftitah
4. Membaca Alfatihah
5. Membaca salah satu surat dari al-qur’an
6. Ruku
7. Berdiri Dari RUku
8. Sujud
9. Duduk Di Antara DUa Sujud
10. Sujud lagi
11. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua yang mana bacaan serta gerakannya sama seperti pada rakaat pertama yang kemudian di lanjut tahiyat lalu salam, dan setelah itu di lanjut membaca doa setelah sholat tahajud atau boleh juga sebelum berdia membacakan dzikir atau amalan lainnya.

Doa Setelah Sholat Tahajud

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa‘atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya : “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Demikian sedikit dari pembahasan sholat tahajud dengan lengkap, mohon maaf atas segala keterbatasannya, mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan pelajari semua hal yang berkaitan dengan panduan tata cara mengerjakan bacaan lafadz niat dzikir doa setelah sholat tahajud yang benar witir hajat keajaiban istikharah dhuha taubat latin 8 rakaat agar tidak hanya sebatas mengetahui seputar tahajud saja tetapi memahami semua jenis sholat sunnah serta keutamaannya, agar bisa mnjadi pendorong pada diri untuk dawam mengerjakan sholat-sholat sunnah.