Bacaan Do’a Niat Berbuka Puasa Dan Makan Sahur Ramadhan 2022

Ketika sedang menjalankan ibadah puasa baik sunnah atau wajib, tidak hanya sebatas di tuntut untuk menahan diri dari segala hal yang dapat menganggu kesempurnaan ibadah itu sendiri, tetapi juga di haruskan mengetahui tata cara pelaksanaannya, syarat rukun dan waktu pelaksanaannya berpuasa. Seseorang berpuasa mulai dari terbit fajar yang di tandai waktu subuh sampai matahari terbenam yang di tandai dengan waktu maghrib, keluar dari waktui tersebut tidak lagi berpuasa bisa makan, minum dan melakukan hal-hal lain yang di larang selama berpuasa.

Dalam peraktik berpuasa ini ada beberapa hal yang penting untuk di perhatikan sebeleum puasa di mulai yaitu setidaknya tiga hal penting yang benar-benar harus di pahami, ketiga hal tersebut di pertama niat berpuasa seperti niat puasa ramadhan kedua makan sahur dan ketiga berbuka puasa. Ketiga-tiganya tidak hanya menjadi syarat tetapi juga wajib dan sunnah di lakukan bagi siapa saja yang akan menjalankan ibadah puasa, dengan demikian memahami secara terperinci bagaimana pelaksanaan dari ketiganya tersebut sangat penting.

1. Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa harus dilakukan di malam hari baik itu setelah sholat isya atau pada bulan ramadhan biasanya setelah sholat tarawih atau menjelang waktu sahur, dalam puasa wajib seperti ramadhan, membacakan niat wajib di malam hari, jika lupa maka di siang harinya harus tetap menjalankan puasa seperti biasa namun dibulan lain harus qadha. Berbeda dengan puasa sunnah, dimana niat puasa sunnah boleh di siang hari jika malam hari lupa membaca dengan catatan orang yang bersangkutan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Doa Niat Puasa Ramadhan

Memang menjadi sangat rugi bagi seseorang yang lupa membaca niat di malam hari pada puasa wajib seperti ramadhan, karena selain puasanya di anggap tidak sah tetapi juga dia tetap di wajibkan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dan berlaku layaknya orang berpuasa. Pemahaman mengenai niat puasa wajib di malam hari ini dari kalangan mazhab Syafi’i yang notebanenya dari kalangan masyarakat indonesia, dengan berpegang pada salah satu hadits Berdasarkan sabda Rasulullah saw.

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah; lihat Hasan Sulaiman Nuri dan Alwi Abas al-Maliki, Ibanatul Ahkam fii Syarhi Bulughil Maram, juz 2, hal. 376)

Tidak hanya sebatas harus dimalam hari, akan tetapi juga niat puasa ini harus di hadirkan setiap malam pada bulan ramadhan, karena puasa setiap harinya merupakan ibadah tersendiri. Meskipun niat harus di malam hari bagi puasa wajib, para ulama kalangan madzhab syafi’i memberi solusi bagi orang-orang yang dengan nyata lupa membaca niat di malam hari, solusi tersebut sebagaimana tercantum dalam kitab Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَنْوِيَ فِي أَوَّلِ نَهَارِهِ الصَّوْمَ عَنْ رَمَضَانَ لِأَنَّ ذَلِكَ يُجْزِئُ عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ فَيَحْتَاطُ بِالنِّيَّةِ

“Disunahkan (bagi yang lupa niat di malam hari) berniat puasa Ramadhan di pagi harinya. Karena yang demikian itu mencukupi menurut Imam Abu Hanifah, maka diambil langkah kehati-hatian dengan berniat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, [Jedah: Maktabah Al-Irsyad, tt.], juz VI, hal. 315)

Keterangan ini menjelaskan bahwa bagi siapa saja yang lupa berniat di malam hari, masih memiliki kesempatan untuk berniat di pagi harinya dengan catatan niat pagi hari ini juga harus di niati sebagai sikap taqlid atau mengikuti dengan apa yang diajarkan oleh Imam Abu Hanifah. Apabila jika tidak di niati dengan niatan taqlid terhadap Abu Hanifah maka di anggap mencampuradukkan ibadah yang rusak. Tetapi setidaknya ini adalah solusi bagi siapa saja yang lupa berniat puasa malam hari dan bener-benar lupa bukan di sengaja.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā

Artinya : Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.

Doa Berbuka Puasa

Ketika seseorang sedang menjalankan ibadah puasa, membatalkan atau berbuka pada waktunya adalah wajib dan sunnah untuk di segerakan, misalnya apabila sudah tiba waktu terbenam matahari yang ditandai dengan maghrib segeralah untuk berbuka meski hanya dengan steguk air atau memakan makanan yang manis seperti kurma. Sedangkan salah satu adab dalam berbuka adalah membaca doa berbuka puasa agar mendapatkan keberkahan. Sebagi muslim yang baik, setntunya sangat memahami bahwa berdoa memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas yang baik.

Bacaan Doa Berbuka Puasa

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya, “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”

Doa berbuka puasa ini di ambil dari dua hadits, pertama hadits riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah:

كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Rasulullah ketika Berbuka, beliau berdoa: ‘Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka,” (HR. Abu Daud).

Sementara hadits kedua diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin ‘Umar

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Rasulullah ketika berbuka, Beliau berdoa: ‘Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah,” (HR. Abu Daud).

Sebenarnya ada salah satu penjelasan dari keduanya yaitu terdapat dalam kitab Fath al-Mu’in bahwa doa berbuka yang baik adalah lafadz doa yang diriwayatkan oleh sahabat Mu’adz bin Zuhrah sedangkan untuk lafadz doa dari riwayat Abdullah bin Umar apabila berbuka puasa di sertai dengan minum air. Masyarakat indonesia nyaris umumnya ketika berbuka pasti di dahului dengan minum air atau di sertai air, maka lafadz doa dari kedua hadits tersebut bacaannya di gabung menjadi satu, sebagaimana yang sudah biasa di bacakan oleh masyarakat indonesia.

Makan Sahur

Sahur menjadi salah satu aktivitas yang di anjurkan pelaksanaannya bagi orang yang akan menjalankan ibadah puasa terutama ramadhan, selain di waktu sahur ada keberkahan tetapi juga sahur ini memiliki hikmah dan maanfaat yang sangat penting sekali. Orang yang bersahur berarti dia sudah melaksanakan satu kesunnahan dan orang yang sahur juga tenaganya akan lebih stabil di siang hari dibanding dengan orang yang tidak sahur, serta masih banyak lagi keberkahan lain yang bisa di dapatkan dari manfaat sahur itu sendiri.

Pelaksanaan waktu makan sahur di sunnahkan untuk di akhirkan bukan di pertengan malam atau setelah tarawih, beberapa alasan kenapa waktu utama sahur di akhirkan di antaranya jika makan sahur di sunnahkan pada petengahan malam maka pasti akan banyak orang yang tidak melkukannya, kalah dengan rasa ngantuk. Alasan lain waktu utama sahur di akhirkan yaitu agar orang yang bersahur memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah-ibadah lain sambil menunggu waktu subuh seperti sholat sunnah, membaca al-qur’an atau berdzikir.

Doa Makan Sahur

يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ

Yarhamullâhul mutasahhirîn.

Artinya, “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.”

Doa makan sahur ini biasa di bacakan oleh baginda raosululloh SAW setiap menyantap sahur, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani. Pada hadits ini, Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa kurma adalah sebaik-baik hidangan sahur.

وروي عن السائب بن يزيد رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم نعم السحور التمر وقال يرحم الله المتسحرين

Artinya, “Diriwayatkan oleh As-Saib bin Zaid RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma.” Rasulullah SAW lalu berdoa, ‘Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur,’” (HR At-Thabarani).

Sampai disini setidaknya kita sudah memahami tiga hal yaitu niat puasa ramadhan, doa berbuka puasa dan doa makan sahur serta penjelasannya. Semoga kita semua termasuk orang bpaling beruntung dengan bisa lebih sempurna menjalankan ibadah-ibadah wajib dan sunnah terutama selama bulan ramadhan yang penuh dengan keberkahan. Mohon maaf jika pembahasan tentang bacaan do’a niat berbuka puasa dan makan sahur ramadhan 2022 ini sangat ringkas sekali sehingga pastinya masih banyak yang tertinggal pembahasannya.